MAN 4 Aceh Timur – Prestasi membanggakan diraih oleh Zaharatun Humaira, siswi MAN 4 Aceh Timur, yang berhasil meraih medali emas pada ajang Cipta Puisi Tiga Negara (Indonesia, Malaysia, dan Singapura) tahun 2025. Karya puisinya dinilai unggul dari segi kedalaman makna dan kekuatan diksi, sehingga mengantarkannya menjadi yang terbaik di tingkat internasional. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi madrasah dan diharapkan dapat menginspirasi siswa lainnya untuk terus berprestasi.

Bapak H. Munzilin, S.Pd sebagaimana kepala MAN 4 Aceh Timur mengatakan “Bahwa puisi bukan sekadar deretan kata, tapi adalah suara hati dan kecerdasan berpikir. Prestasi ini membuktikan bahwa bahasa dan sastra kita mampu berbicara di tingkat dunia. Kepada ananda kami ZAHARATUN HUMAIRA, jadikan penghargaan ini sebagai kerendahan hati untuk terus berkarya. Dan kepada seluruh siswa, biarlah pencapaian ini menjadi bukti nyata: bahwa tidak ada batasan untuk bermimpi, asalkan kita berani untuk mencoba dan konsisten berlatih.
Selamat atas prestasinya, terima kasih telah mengharumkan nama Madrasah dan Indonesia di mata dunia!”
Apa itu Ajang Cipta Puisi Internasional?
Ajang Cipta Puisi Internasional secara umum merujuk pada kompetisi atau festival sastra berskala global di mana para penulis puisi (penyair) dari berbagai negara berpartisipasi untuk mengirimkan karya terbaik mereka. Di Indonesia, istilah ini sering dikaitkan dengan acara spesifik yang diselenggarakan oleh komunitas sastra atau lembaga kebudayaan untuk merayakan hari besar tertentu (seperti Hari Puisi Sedunia) atau sebagai bentuk diplomasi budaya.
Berikut adalah beberapa poin penting untuk memahami apa yang biasanya terjadi dalam ajang tersebut:
1. Tujuan Utama
- Wadah Ekspresi: Memberikan ruang bagi penyair (baik pemula maupun profesional) untuk memamerkan karya mereka.
- Pertukaran Budaya: Mengenalkan kekayaan bahasa dan budaya antarnegara melalui bait-bait puisi.
- Literasi: Meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat terhadap karya sastra.
2. Format Acara
- Biasanya, ajang ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan:
- Sayembara/Lomba: Pengumpulan puisi dengan tema tertentu yang kemudian dinilai oleh dewan juri internasional.
- Antologi Puisi: Karya-karya terbaik biasanya dibukukan dalam sebuah buku kumpulan puisi (antologi) bersama.
- Pembacaan Puisi (Reading): Seringkali ada acara puncak di mana para pemenang diundang untuk membacakan karya mereka secara daring maupun luring.
3. Contoh Ajang yang Terkenal
- Beberapa contoh ajang cipta puisi internasional yang melibatkan atau populer di Indonesia antara lain:
- HPI (Hari Puisi Indonesia): Sering mengadakan lomba cipta puisi yang pesertanya mencapai tingkat Asia Tenggara atau internasional.
- Festival Sastra Internasional (seperti Ubud Writers & Readers Festival): Meski bukan sekadar lomba, di sini terdapat ruang besar bagi penciptaan puisi global.
- Sayembara yang diadakan oleh badan bahasa atau komunitas seperti “Lumbung Puisi”: Sering mengumpulkan karya dari penyair lintas negara untuk dibukukan.
4. Kriteria Penilaian Umum
- Juri biasanya melihat beberapa aspek dalam puisi yang dikirimkan:
- Originalitas: Keaslian ide dan gaya bahasa.
- Kedalaman Makna: Seberapa kuat pesan yang ingin disampaikan.
- Diksi dan Rima: Pemilihan kata yang estetis dan harmonis.
- Kesesuaian Tema: Relevansi karya dengan tema yang ditentukan panitia.
Editor by : Miftahurriska, S.Pd




